IKATAN REMAJA MASJID (IRAMA) NURUNNAJAH ADAKAN LOMBA LIKUR DI DESA GADUNG

Ikatan Remaja Masjid (IRAMA) Nurunnajah berinisitif mengadakan Lomba Likur di Desa Gadung menyambut malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan 1440 H/2019 yang pumcaknya pada malam 25 Ramadhan 1440 H sampai akhir Ramadhan.

Pengurus IRAMA yang kami hubungi menjelaskan latar belakang,maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai berikut “Setiap memasuki bulan Ramadhan, banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Melayu dalam rangka menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan sebagai tanda syukur dan bergembira atas datangnya bulan penuh berkah. Sejak awal hingga berakhirnya pelaksanaan ibadah di bulan suci penuh berkah dan ampunan ini, banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Melayu di Kepulauan Bangka Belitung.
Berbagai acara tersebut merupakan tradisi yang berlaku secara turun-temurun sejak masa lalu. Salah satunya yang masih dilakukan namun sudah mulai redup pelaksanaannya adalah tradisi likur. Tradisi likur ini sebenarnya adalah merupakan tradisi yang dilakukan sejak masa lalu secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu dengan melakukan penyalaan lampu/penerangan tradisional seperti lampu colok yang juga menggunakan bambu yang ditempatkan di sekitar masjid, di berbagai penjuru jalan, halaman rumah dan teras-teras rumah penduduk.
Pada malam puncak pelaksanaan malam likur yaitu tepatnya pada malam 27 Ramadhan yang pada masa lalu pelaksanaannya dilengkapi dengan berbagai kegiatan oleh masyarakat diantaranya dengan saling mengunjungi ke rumah-rumah penduduk dan dihidangkan makanan/kue tradisional dan diakhiri dengan mendoakan agar keluarga yang didatangi memperoleh limpahan rahmat, pahala dan rezeki. Hal itu dilakukan bergiliran dari satu rumah ke rumah lainnya selama malam 27 Ramadhan tersebut. Dan hal itu dilaksanakan pada akhir Ramadhan menjelang datangnya Idul Fitri.
Pelaksanaan perayaan pada malam-malam terakhir Ramadhan bukan sebatas symbol budaya bagi masyarakat Melayu, tetapi lebih luas yaitu dalam rangka menyambut datangnya malam seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Dimana pada masa ini setiap individu akan lebih meningkat amal dan ibadahnya. Berbagai makna tersimpan dalam pelaksanaan acara likuran tidak hanya sebatas penyalaan lampu dan euphoria belaka tetapi tersirat berbagai makna dan kearifan lokal masyarakat Melayu dalam memaknai datangnya malam Lailatul Qadar. Namun seiring dengan perkembangan zaman saat ini tradisi malam likuran pada bulan Ramadhan sudah tergerus akibat berbagai hal yang terus mengikis kehidupan budaya masyarakat Melayu. Suasana hari ini sudah berbeda jauh dengan alam budaya masyarakat Melayu beberapa tahun silam.
Oleh karena sudah tergerusnya budaya likuran yang menjadi kearifan lokal masyarakat Melayu, maka kami selaku anggota IRAMA Nurunnajah Desa Gadung ingin menghidupkan kembali tradisi selikuran tersebut dengan mengadakan lomba likur bagi seluruh masyarakat Desa Gadung yang pelaksanaannya akan dimulai pada malam 21 Ramadhan.

Sedangkan tujuannya adalah Terdapat beberapa tujuan yang diharapkan dapat tercapai dari pelaksanaan lomba likur ini, yaitu: Menghidupkan kembali tradisi likur yang sudah tergerus, Memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada remaja sekarang tentang tradisi-tradisi jaman dahulu, Mendorong rasa bangga dan cinta akan tradisi Melayu, Menjalin silaturrahmi antar masyarakat, Mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Desa.
Memupuk rasa kebersamaan dan bekerjasama antara sesama masyarakat, Membangun semangat gotong royong yang hari ini semakin tergerus dengan beragam alasan.

Sedangkan setelah melalui rapat dewan juri dengan berbagai pertimbangan dan sesuai dengan aspek penilaian diantaranya untuk kelompok RT antara lain Aspek pesan dan kesan bernuansa Islam, Aspek keindahan dan kerapian likur, Aspek Ketahanan lampu
Aspek keamanan, yaitu kekokohan bangunan, serta kebersihan lingkungan sekitar. Ditetapkan juara lomba tingkat kelompok RT juara I RT 03 Dusun Air Gadung, Juara II RT 01 Dusun Air Gadung dan Juara III RT 04 Dusun Air Gadung. Sedangkan untuk juara tingkat Individu di raih Saudara Rb Syapriadi (FERI) sebagai juara I, Saudara Adi Firmansyah sebagai Juara II sedangkan Juara III diraih oleh Herry.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan