USAHA “PEKASEM BAGAS” PAK JUMADI

Pekasem Bagas Usaha Mikro Desa Gadung
Pekasem Bagas Usaha Mikro Desa Gadung

Gadung TV

USAHA MIKRO DESA GADUNG

PAK JUMADI, merupakan pelaku Industri pengolahan rumahan di bidang makanan, yang disebut masyarakat lokal sebagai Pekasem.

Pekasem adalah olahan ikan yang di awetkan dengan cara difermentasikan dengan garam dan nasi putih dan di simpan dalam wadah yang tertutup rapat bisa dalarn tempayan (tajau) atau dalam stoples.

Pekasem atau pekasam adalah makanan tradisional yang terbuat dari ikan yang telah diawetkan yang mempunyai ciri khas rasa asam dan ras asin.

Pekasem juga terdapat di daeah lain, seperti di Banjar Kalimantan yang biasa disebut pekasam, dan juga di Pulau Belitung yang masih dalam penyebutan yang sama.

Dulunya orang membuat pekasam untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan yang melimpah pada saat musim kemarau atau musim ikan dabe atau saat tangkapan ikan lagi menghasilkan banyak, dan belum adanya tempat penyimpanan yang membuat ikan bertahan lama, seperti Lemari pendingin seperti saat ini.

Adalah pak Jumadi atau biasa dipanggil Bagas yang bermatapencarian sebagai nelayan tangkap atau pencari ikan air tawar di Sungai Kepoh Desa Gadung. Beliau mencoba merintis usaha membuat pekasem ikan sekitar lima tahun yang lalu. Menurut Bagas, lelaki yang berumur 45 tahun tersebut, ikan air tawar yang paling baik dibuat pekasem adalah jenis ikan arun, kiung (sejenis ikan gabus), toman dan juga ikan kepras.

Dalam satu bulan pak Bagas biasa memproduksi pekasem sekitar 10 kg dan dijual per ons dengan harga Rp. 5.OOO,- – Rp. 6.000,- dan pemasaran pekasem pak Bagas sudah sampai Kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Demikian pak Jumadi menjelaskan tentang cara membuat Pekasem, dan denqan penuh antusias beliau juga mengatakan bahwa Saat ini untuk meningkatkan mutu dan kwalitas produk pekasem ikannya beliau berencana membuat kemasan yang menarik dan lebih baik sehingga Pekasem ikannya menjadi lebih tahan lama dan menarik di mata para konsumennya.

Proses pembuatan pekasem ala Pak Jumadi :
1 Ikan dibersihkan dan harus benar benar bersih sampai darah yang ada di tulang harus di buang
2 Kemudian tiriskan ikan sampai airnya benar benar kering denqan tenggat waktu sekitar 2 jam.
3 Aduk dengan garam, nasi panas, dan gula pasir sampai rata.
4 Setelah tercampur rata masukan kedalam wadah yang tertutup rapat.
5 Setelah 20 hari atau sekitar 3 minggu pekasem sudah bisa dipanen.
Apabila dipanen sudah lebih dari tiga bulan pekasem akan berasa sangat asam.

Bahan-bahan
– Ikan segar 1 kg
– Nasi putih panas 1 genggam
– Garam secukupnya
– Guls pasir 1 bks/ 1 ons

Selamat mencoba …. (Norman)

Prakarsa Membangun Indonesia dari Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan