Bagan Tancap Pak Sultan

Tanpa memiliki laut, warga Desa Gadung banyak yang bermatapencaharian sebagai nelayan

DESA GADUNG, KEP. BANGKA BELITUNG, bukan merupakan desa pesisir, dalam arti tidak memiliki batas wilayah langsung dengan laut. Meskipun tidak “memiliki” laut, banyak warga Desa Gadung yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Salah satunya adalah Sultan, warga Desa Gadung yang bermukin di RT 02 Dusun Puput.

Pak Sultan melakukan aktivitas ekonominya sebagai nelayan, di sebuah bagan yang terletak di lepas pantai Tanjung Kubu, Kelurahan Toboali, Kab. Bangka Selayan, Kep. Bangka Belitung.

Pak Sultan melakukan usaha menangkap ikannya menggunakan sebuah bagan tancap yang dibangun di atas laut Kubu. Laut kubu, merupakan sebuah kawasan perairan laut yang terletak jauh dari pusat Kelurahan Toboali, tapi hanya sekitar 3-4 km dari batas wilayah Desa Gadung, dan sekitar 12 km dari tempat tinggal Pak Sultan di Dusun Puput, Desa Gadung. Sedangkan dari pantai menuju bagan, membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan perahu bermotor.

Bagan milik Pak Sultan, seperti pada umumnya bagan yang dikenal oleh Masyarakat Indonesia, yaitu sebuah bangunan dari kayu yang dibangun di atas air, seperti di laut dan danau. Bagi para nelayan, seperti Pak Sultan, bagan bukan sekedar tempat berteduh di tengah laut, tapi juga tempat menangkap ikan yang cukup efektif. Ikan biasanya banyak berkumpul di sekitar bagan karena cahaya lampu yang dipasang di bagan tersebut, dan nelayan biasanya akan menjaring ikan yang berkumpul tersebut. (Naskah/Deskripsi: Sobirin, Video Liputan: M. Rizal & Joni, Video Editor: Sobirin)

2 Comments

Tinggalkan Balasan