Kemplang Ikan dari Desa Gadung

KERUPUK adalah makanan ringan yang bisa dijadikan lauk makan. Kerupuk umumnya terbuat dari adonan tapioka dan ikan, tapi tidak mutlat harus terbuat dari ikan dan tapioka, kerupuk jengkol atau kerupuk kulit misalnya.

Untuk memberi rasa, umumnya, bahan pembuat kerupuk, seperti adonan tapioka dan ikan, akan dicampur dengan rempah-rempah, seperti bawang, merica atau ketumbar, dan banyak lagi rempah-rempah alami yang memang bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia. Tapi ada juga pengrajin kerupuk yang mengganti rempah-rempah dengan penyedap rasa buatan pabrik, atau mencampurkan keduanya.

Di Bangka Belitung, ada varian lain dari kerupuk, yang disebut dengan nama yang berbeda, yaitu kemplang. Bagi orang Bangka Belitung, kerupuk itu berbentuk keriting kriwil-kriwil pada permukaannya, sedangkan kemplang itu rata. Bentuk yang lainnya tetap sama, bisa bulat, bisa persegi. Bahannya juga sama. Kalau di luar Bangka Belitung, kemplang juga akan disebut sebagai kerupuk.

Tapi kali ini kita tidak akan membahas tentang perbedaan dan persamaan kemplang dengan kerupuk secara mendalam, karena kita akan berkunjung ke tempat pembuatan kemplang skala mikro rumahan, yaitu Usaha Pembuatan Kemplang Ikan Ibu Cum di Dusun Tambang 9 dan Nada Kemplang milik Ibu Saniah di Dusun Puput, Desa Gadung.

Usaha pembuatan kemplang ini benar-benar usaha rumahan, yang baru dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga pembuatnya, belum menjadi mata pencaharian utama. Usaha kemplangnya pun tidak setiap saat dilakukan, karena ketika ikan susah didapat atau lagi mahal, usaha kemplangnya pun terpaksa diistirahatkan.

Pada kesempatan pertama, kita akan berkunjung ke rumah Ibu Cum, yang sudah berapa tahun terakhir mengembangkan usaha pembuatan kemplang dengan nama usaha Kemplang Ikan Ibu Cum. Rumah Ibu Cum yang sekaligus sebagai tempat pembuatan Kempelang Ikan Ibu Cum, terletak di Dusun Tambang 9, Desa Gadung.

Kebetulan saat ini, Ibu Cum sedang melakukan packaging atau pengemasan kempelang hasil karyanya.

Proses pengemasan ini masih tergolong sederhana, plastik pembungkusnya pun belum diberi merek dagang. Hanya plastik bening biasa yang umum digunakan untuk membungkus kerupuk yang sudah digoreng.

Proses pengemasan ini pun tidak menggunakan banyak tenaga kerja, dan hanya dilakukan oleh Ibu Cum dan dibantu sang suami.

Nada Kemplang

Selain di Dusun Tambang 9, di Dusun Puput pun terdapat beberapa usaha pembuatan kemplang skala mikro rumahan. Salah satunya adalah tempat pembuatan kemplang kkan Ibu Saniah. Kemplang ikan Ibu Saniah ini diberi nama Nada Kemplang.

Rp 50 ribu sekilo

Harga kemplang ikan dari Dusun Puput dan Dusun Tambang 9, yang sudah kita lihat proses pembuatannya, dijual hanya dengan Rp. 50 ribu per kg untuk kemplang mentah (belum digoreng). Sedangkan kemplang yang sudah digoreng, seharga Rp 1.000 per bungkus.

Anda berminat menikmati kemplang ikan Ibu Cum dan Nada Kemplang? Silahkan hubungi nomor 0819-4909-6762 (Kemplang Ikan Ibu Cum) dan 0819-9528-7169 (Nada Kemplang). Sebagai catatan, harga tersebut di atas, belum termasuk ongkos kirim. (Video: M. Rizal dan Joni, Narator: Norman, Naskah: Sobirin, Video Editor: Sobirin)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan