Nasib Pedagang bersama Pandemi

 

SETAHUN sudah kita bersama COVID-19. Pandemi yang berasal dari sebuah virus yang tidak kasat mata, membuat kita harus melakukan banyak perubahan kebiasaan agar tidak terjangkiti. Salah satu penyesuaian yang harus kita lakukan, adalah penyesuaian terhadap pengeluaran. Ini disebabkan, selama pandemi Covid-19 melanda dunia, penghasilan pun menjadi berkurang drastis.
Penghasilan berkurang ini seperti dirasakan oleh Ibu Rini, seorang pedagang kuliner di RT 01 Dusun Aik Lempak, Desa Gadung. Biasanya, sebelum pandemi, warung kuliner jajanan pasar khas Bangka Selatan ini, bisa menjual pempek sebanyak 7 (tujuh) kg per hari. Tapi selama pandemi, pempek yang bisa dia jual hanya sekitar 2 (dua) kg per hari.

Demikian juga yang dirasakan oleh Ibu Melati, pedagang Bakso Bakar di RT 02 Dusun Aik Lempak, Desa Gadung. Biasanya dia bisa menjual bakso sebanyak 4 (empat) kg per hari, selama pandemi hanya bisa menjual 1- 2 (kg) per hari. Pendi, pedagang bakso di RT 03 dusun yang sama dengan Ibu Rini dan Ibu Melati, juga mengalami hal yang juga sama. Sebelum pandemi, dia bisa menjual 4-5 kg bakso per hari. Sekarang hanya bisa menjual paling banyak sekitar 2 (dua) kg per hari.

Tidak hanya pedagang kuliner, pedagang sayur, toko kelontong, dan usaha jahitan pun merasakan hal yang sama. Seperti yang dituturkan oleh Ibu Alimah, Bapak Yusril, warga Dusun Puput Desa Gadung, dan Ibu Amanda, warga RT 03 Dusun Aik Gadung, Desa Gadung.

Ibu Alimah, pedagang sayur-mayur dan ikan di RT 02 Dusun Puput, mengatakan kalau biasanya (sebelum pandemi, RED) dia bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp 300 ribu per hari. Tapi kini hanya bisa mendapatkan penghasilan paling banyak Rp 100 ribu per hari. Hal senada juga dikatakan oleh Ibu Amanda, yang biasanya dari transaksi penjualan sehari-hari di toko sembako miliknya bisa mencapai Rp 500-600 ribu per hari, turun drastis hanya menjadi Rp 300 – 400 Ribu per hari.

Sampai kapankah pandemi ini akan bersama kita? Tidak ada satu pun yang bisa menjawabnya. Kita hanya bisa berdo’a agar cepat berakhir, dan berusaha mengubah kebiasaan agar penyebaran pandemi tidak terus terjadi. (Video Liputan: NUSKITO, M. RIZAL, NORMAN; Reporter: NORMAN; Naskah: SOBIRIN; Video Editor: SOBIRIN)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan