SDGs DESA SEBAGAI PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2021

SDGs Desa adalah role model (diartikan sebagai contoh yang baik atau teladan) pembangunan berkelanjutan dengan menitikberatkan pada unsur kearifan lokal dan religiusitas sebagai poin utama.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) mengatakan besaran nilai dana desa untuk tahun 2021 telah ditetapkan yaitu Rp 72 Triliun. Ia juga memberikan arahan agar seluruh penggunaan dana desa wajib di prioritas kepada SDGs Desa sesuai Permendesa PDTT No 13/2020 tentang prioritas penggunaan dana desa 2021.

SDGs adalah kependekan dari Sustainable Development Goals atau kalau di-Indonesia-kan menjadi Tujuan/Target Pembangunan Berkelanjutan (TPB). SDGs Desa merupakan role (karakter) pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan dana desa (DD atau DDs) tahun 2021.

SDGs disepakati oleh para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Dunia di Sidang Umum PBB pada September 2015. SDGs (atau TPB) bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif, dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. SDGs dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari MDGs (Millennium Development Goals) yang sudah dinyatakan berakhir.

SDGs yang dijadikan agenda bersama Dunia pada 2030, berisi 17 butir tujuan (s:

  1. Mengakhiri Kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (Desa tanpa Kemiskinan);
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan gizi serta mempromosikan pertanian berkelanjutan (Desa tanpa Kelaparan);
  3. Menjamin hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia (Desa Sehat dan Sejahtera);
  4. Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup (Pendidikan Desa berkualitas dan tanpa memandang usia);
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua wanita dan anak perempuan (Keterlibatan perempuan Desa dan kesetaraan gender);
  6. Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua ( Desa layak Sanitasi dan Air Bersih);
  7. Memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (Desa berenergi bersih, terjangkau, dan terbarukan);
  8. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan keberlanjutan lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata);
  9. Membangun Infrastruktur yang tahan banting, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi (Infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan);
  10. Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara (Desa tanpa kesenjangan, baik antar warga desa maunpun kesenjangan antar desa);
  11. Menjadikan Kota dan Permukiman yang aman, tangguh, inklusif, dan Berkelanjutan (Kawasan pemukiman desa yang aman dan nyaman);
  12. Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan dan bertanggung Jawab (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan);
  13. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya (Desa Tanggap Perubahan Iklim);
  14. Melestarikan dan secara berkelanjutan menggunakan samudera, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan (Desa peduli Lingkungan Laut);
  15. Melindungi, memulihkan, dan mempromosikan pemanfaatan Ekosistem Darat secara berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggundulan gunung, dan menghentikan serta menghentikan degragasi lahan dan menghentikan hilang/musnahnya keanekaragaman hayati (Desa peduli lingkungan darat) ;
  16. Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses keadilan untuk semua, dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan (Desa Damai dan Berkeadilan);
  17. Memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi Kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan (Kemitraan untuk pembangunan desa)

Sedangkan SDGs Desa memiliki 18 butir tujuan, yaitu 17 butir SDGs di atas ditambah 1 (satu) tujuan sebagai butir tujuan ke-18 yang menjadi ciri khas SDGs Desa, yaitu: Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif (mudah menyesuaikan diri dengan keadaan).

Dalam naskah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs beberapa kali kata inklusif disebutkan, selain kata berkelanjutan. Lalu apa arti inklusif?

Inklusif adalah memposisikan dirinya ke dalam posisi yang sama dengan orang lain atau kelompok lain sehingga membuat orang tersebut berusaha untuk memahami perspektif orang lain atau kelompok lain dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Inklusif merupakan lawan dari eksklusif, yang memiliki arti seseorang atau kelompok yang terpisah dari yang lain, merasa istimewa atau lebih dibandingkan dengan orang atau kelompok lain.

Dengan adanya pembangunan terfokus dengan adanya SDGs Desa, maka diharapkan adanya arah perencanaan pembangunan desa berbasis kondisi faktual (sesuai kenyataan) di desa tersebut. Selain itu, dengan adanya SDGs Desa diharapkan memudahkan intervensi dari pemerintahan supra desa (Pemerintah pusat/kementerian, provinsi, dan kabupaten) dan swasta untuk mendukung pembangunan desa.

Untuk lebih detil mengenai SDGs Desa sebagai prioritas penggunaan Dana Desa 2021, silahkan simak video di bawah ini:

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan